Teluk Hijau

Mencari ‘Mutiara’ Pariwisata Tersembuyi di Banyuwangi

Posted on

Nama Banyuwangi di dunia pariwisata Indonesia makin diperhitungkan. Bermacam-macam destinasi yang memberikan keindahan alam juga spot surfing terbaik menjadikan kawasan di Jawa Timur ini kian menjadi incaran traveler yang haus akan rasa pertualangan. Mulai Kawah Ijen, Pantai Plengkung, Pulau Merah, Air Terjun Lider, Taman Nasional Meru Betiri, dan masih ada banyak lagi. Teaser kali ini bakal membahas tentang satu ‘mutiara’ indah salah satu pariwisata yang tersembunyi disana, yaitu Teluk Hijau alias Green Bay. Tempat parkir di Teluk Hijau (Green Bay) bisa dicapai tidak lebih dari waktu satu jam dari Desa Sarongan. Dari lokasi tersebut, kamu cuma tinggal jalan kaki sepanjang 1,5 kilometer tuk mencapai pantai indah secara airnya yang sebening kristal. Usai berjalan selama 1,5 jam, kamu bakal sampai di Pantai Batu yang, berdasarkan dengan namanya, dihiasi dengan batu-batuan besar dan kecil, dan tanpa adanya pasir.

Akses ke Teluk Hijau yang masih jadi bagian dari Taman Nasional Meru Betiri memang tergolong menantang. Kamu wajib “sedikit” berusaha tuk menemui pantai tersembunyi tersebut. Jalan setapak “rahasia” harus kamu jumpai tuk bisa sampai ke Teluk Hijau. Pantang menyerah! Teruslah jalan masuk kedalam hutan lewat ujung dari jalan setapak, melintasi aliran sungai kecil, mengitari bukit karang. Meskipun jalan tampak semakin curam dengan tebing-tebing bebatuan yang mencuat, teruslah berjalan. Bila kamu sudah menjumpai dua batu karang yang ada berhadapan, itu tandanya kamu sudah menemukan surga; pantai tersembunyi pasir putih sehalus tepung, pada hiasan batu-batu hitam eksotik. Mungkin kamu bakal menahan nafas lantaran takjub. Itulah Teluk Hijau.

Teluk ini sungguh terjaga kemurniannya; belum dirusak oleh badai pariwisata. Kondisi pantai yang menawan akan sebagai reward atas usaha kamu pergi ke tempat ini. Kamu pasti disuguhi view pasir putih yang sangat kontras dengan laut bergradasi biru hijau jernih. Warna hijaunya bersumber dari alga hijau yang ada di dasar laut dangkalnya. Seolah-olah belum cukup dengan keelokan pantainya, di tepiannya berjejer untaian pohon-pohon hijau, lalu langit biru jadi latar belakang yang melengkapi semuanya.

Jika kamu mau pergi ke Teluk Hijau, jangan datang pada musim hujan. Sebaliknya, datanglah pada musim kemarau sebab jalannya takkan licin, dan pemandangan pantai cerah dengan langit biru bakalan lebih terlihat jelas pada musim panas. Oh iya, ada rute alternatif tuk sampai ke Teluk Hijau. Jika tak mau cape mendaki bebatuan, kamu boleh pergi lewat laut, yakni berlayar dari Pantai Rajegwesi Banyuwangi. Pantai ini pun berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Jangka waktu yang diperlukan cuma 15 menit saja tuk mencapai Teluk Hijau.

Starting point kamu adalah kota Surabaya. Dari Surabaya, kamu dapat naik pesawat kearah Banyuwangi. Disamping itu, bisa pula naik kereta dari Stasiun Gubeng lalu turun di Stasiun Genteng atay Kalisetail Banyuwangi. Sesampainya di Banyuwangi, bisa sewa motor tuk pergi ke Pantai Rajegwesi ataupun langsung ke Teluk Hijau. Gimana? Siap petualangan selanjutnya?

One thought on “Mencari ‘Mutiara’ Pariwisata Tersembuyi di Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *